"And the Lord FORMED MAN of the dust of the ground, and breathed into his nostrils the breath of life; and man became a living being." (Genesis 2:7)
Lalu Tuhan menempatkan Adam di dalam Taman Eden dan memberikannya kekuasaan penuh atas semuanya di dalam taman tersebut--termasuk semua jenis ikan, burung, dan semua yang hidup dan bergerak di bumi pada masa itu. Setelah beberapa waktu, Tuhan melihat Adam tidak baik sendirian saja. Tuhan lalu menciptakan Eve, si wanita pertama, dengan membuat Adam tertidur dengan lelap dan mengambil salah satu tulang rusuknya.
Benar, Tuhan menciptakan wanita untuk pertama kalinya dari rusuk Adam. Itu artinya, Tuhan memaksudkan Eve untuk menjadi penolong yang sepadan untuk Adam dan lalu Tuhan menyuruh mereka untuk berbuah dan bertambah banyak dan memenuhi bumi serta mengusainya.
"And the Lord God caused a deep sleep to fall on Adam, and he slept; and He took one of his ribs, and closed up the flesh in its place. Then the rib which the Lord God had taken from the man HE MADE INTO A WOMAN, and He brought her to the man." (Genesis 2:21)
Setelah Tuhan memberi Eve ke Adam untuk menjadi penolongnya, Adam membuat pernyataan yang sangat sangat kuat dan memengaruhi semua ikatan pernikahan di masa depan. Inilah perkataannya setelah melihat Eve:
"This is now bone of my bones and flesh of my flesh ..." (Genesis 2:22)
Therefore a man shall leave his father and mother and be joined to his wife, and they shall become one flesh." (Genesis 2:24)
Tepat di awal penciptaan pria dan wanita, Tuhan sudah menggambarkan betapa kuatnya dan sucinya sebuah ikatan pernikahan. Tulang dari tulangku, daging dari dagingku - dua orang menjadi satu! Kalimat ini cukup membuat kita tahu mengapa perceraian dan perpisahan dalam pernikahan begitu menyakitkan. Rasanya seperti merobek daging dari tubuh saat dua orang yang menikah berusaha keras memutuskan ikatan pernikahan mereka.
Ada ikatan spiritual yang tumbuh saat dua orang menikah atas dasar cinta. Dan ketika salah seorang--atau keduanya--ingin keluar dari pernikahan ini untuk alasan apa pun, rasa sakit itu sangat sulit dijelaskan karena ikatan spiritual telah tumbuh bersama cinta dalam pernikahan itu.
Lalu Alkitab berkata bahwa Tuhan menempatkan kedua manusia itu dalam Taman Eden untuk tinggal di dalamnya dan menjaganya. Panggungnya sudah siap. Tuhan memberikan pria pertama dan wanita pertama ini apa saja yang kiranya dibutuhkan untuk hidup bahagia dan tercukupi.
Keduanya diciptakan dengan rupa dan kemiripan dengan Tuhan. Mereka saling memiliki sebagai teman hidup. Tuhan membuat mereka berkuasa di bumi ini. Tuhan juga menyuruh mereka untuk bebas bertambah banyak--yang artinya bisa memiliki anak di dalam pernikahan.
Mereka berdua memiliki hubungan langsung dengan Tuhan. Mereka bergaul dan berteman dengan Tuhan. Dalam hal apa pun mereka memiliki segalanya. Namun, sebuah insiden kecil mengubah hidup kisah cinta dua manusia ini. Lalu hadirlah kisah cinta kita...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar